MOTIVASI BISNIS DAN STRATEGI ADAPTASI KOMUNITAS MADURA DALAM FENOMENA WARUNG KELONTONG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Articles Vol 20 No 2 (2025)

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis motivasi bisnis orang asal Madura yang mendirikan usaha warung kelontong di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama ini khazanah kajian terhadap kewirausahaan orang Madura didominasi analisis yang mendeskripsikan perilaku bisnis melalui narasi etos kerja dan karakter budaya yang bersifat esensialistik. Dominasi pendekatan tersebut akan dikritisi dalam penelitian ini dengan menggunakan perspektif kewirausahaan etnis dan konsep ekonomi tertanam (embedded economy). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa orang Madura dalam berbisnis tidak hanya dimotivasi oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar yang melekat dalam identitas, kultur, dan sistem sosialnya, seperti harga diri, tanggung jawab keluarga, pengalaman migrasi, serta jaringan sosial sesama perantau. Fenomena kehadiran usaha warung kelontong Madura di tengah determinasi waralaba modern maupun masyarakat lokal Yogyakarta bermakna sebagai strategi bisnis, kemampuan adaptasi ekonomi, namun juga sekaligus menjadi arena reproduksi identitas dan solidaritas sosial. Temuan penelitian ini memberi kontribusi pengkayaan khazanah kajian manajemen sumber daya manusia untuk konteks UMKM dengan memperkenalkan konsep embedded motivation sebagai pendekatan konseptual dalam memahami manajemen SDM yang bergerak dalam ranah kewirausahaan etnis.

##submission.howToCite.none##

0 Lihat Sari
0 PDF Downloads
— XML Downloads
  1. Baum, J. R., Locke, E. A., & Smith, K. G. (2001). A multidimensional model of venture
  2. growth. Academy of Management Journal, 44(2), 292–303.
  3. Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five
  4. Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage.
  5. Granovetter, M. (1985). Economic action and social structure: The problem of
  6. embeddedness. American Journal of Sociology, 91(3), 481–510.
  7. Herzberg, F. (1959). The Motivation to Work. Wiley.
  8. Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship (10th ed.).
  9. McGraw-Hill Education.
  10. Karim, L. (2011). Microfinance and its discontents: Women in debt in Bangladesh.
  11. University of Minnesota Press.
  12. Kusuma, A. (2010). Etika budaya kewirausahaan di komunitas lokal. Jurnal Sosiologi
  13. Ekonomi.
  14. Levie, J., & Autio, E. (2008). A theoretical grounding and test of the GEM model. Small
  15. Business Economics, 31(3), 235–263.
  16. Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370
  17. 396.
  18. Rahayu, A., & Karyanta, G. (2015). Motivasi dan kinerja UMKM di Yogyakarta. Jurnal
  19. Manajemen & Kewirausahaan.
  20. Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of
  21. intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist,
  22. 55(1), 68–78.
  23. Sardjono, A. (2002). Identitas budaya dan praktik ekonomi komunitas Madura. Jurnal
  24. Antropologi Indonesia.
  25. Schumpeter, J. A. (1934). The Theory of Economic Development. Harvard University
  26. Press.
  27. Suryana. (2003). Kewirausahaan: Pedoman Praktis. Salemba Empat.
  28. Tambunan, T. (2008). Kinerja UMKM dalam Perekonomian Indonesia. LIPI Press.

Lisensi

Artikel yang diterbitkan dalam SOLUSI: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Lisensi ini mengizinkan pihak lain untuk membagikan dan mengadaptasi karya yang telah diterbitkan untuk tujuan nonkomersial, dengan ketentuan bahwa atribusi yang sesuai diberikan kepada penulis dan jurnal, tautan menuju lisensi disertakan, setiap perubahan yang dilakukan dinyatakan dengan jelas, dan karya turunan didistribusikan menggunakan lisensi yang sama.